Dalam upaya pembangunan sebuah perumahan mewah, menengah, maupun kelas bawah, terkadang disulitkan oleh banyaknya rerumputan yang masih berkeliaran disana-sini pada lahan yang ingin digunakan sebagai tempat didirikannya bangunan-bangunan perumahan tersebut kelak. Tapi, apakah cara ini bisa dibenarkan jika kita lihat dari segi pelestarian alam dan lingkungan? Oke, ternyata pendapat mereka mengenai hal ini sangatlah bervariasi dan beragam. kesimpulannya gimana? Kita simak dulu aja deh gambarnya
Enigmatic World
Mari Kita Lestarikan dan Syukuri Keindahan Dunia!
Sabtu, 19 November 2011
Minggu, 30 Oktober 2011
Mengenal Marawis
Di organisasi Kerohanian Islam (ROHIS), alat musik ini seolah tidak pernah lepas. Alat musik ini adalah sebuah ICON suatu organisasi kerohanian Islam yang ada di Sekolah-sekolah menengah Atas (SMA) pada umumnya, meskipun tidak semua SMA ada BAND Marawisnya.
Kategori
Islam
Sabtu, 02 Juli 2011
Aneka macam Ungkapan Kopi
Secangkir kopi hangat dan ditemani dengan manisnya biskuit mungkin menjadi teman keseharian Anda di pagi hari. So, nggak ada salahnya 'kan jika Anda mengetahui sebutan unik apa saja yang diberikan oleh kebanyakan orang di dunia tentang kopi. Let's check it out!
Kategori
Unique
Kamis, 09 Juni 2011
Bayi Operasi Caesar Rentan Penyakit
Jumlah operasi cesar tiap tahun selalu meningkat, banyak orang memilih untuk melakukan cesar karena berbagai macam alasan. entah itu karena alasan medis, memilih tanggal yang bagus untuk kelahiran, atau bisa juga wanita tidak mau kehilangan bentuk tubuh setelah melahirkan menjadi alasan orang memilih operasi cesar atau sectio ceasarea.
![]() |
| Proses kelahiran Bayi dengan cara Caesar |
Selasa, 07 Juni 2011
Mengenal Penyakit Marasmus & Kwasiorkhor
Kwashiorkor atau biasa lebih dikenal “busung lapar", pertama kali diperkenalkan oleh Dr Cecile Williams pada tahun 1933 sewaktu ia berada di Gold Coast, Afrika. Saat itu, Dr Cecile Williams banyak menemui anak-anak mengalami gejala busung lapar atau kwashiorkor.
Istilah kwashiorkor itu sendiri berasal dari bahasa setempat yang berarti “penyakit anak pertama yang timbul begitu anak kedua muncul". Makna dari kata-kata ini intinya adalah menggambarkan suatu penyakit yang timbul pada anak pertama akibat anak tersebut tertelantarkan oleh orangtua akibat adanya adik yang baru lahir.
Istilah kwashiorkor itu sendiri berasal dari bahasa setempat yang berarti “penyakit anak pertama yang timbul begitu anak kedua muncul". Makna dari kata-kata ini intinya adalah menggambarkan suatu penyakit yang timbul pada anak pertama akibat anak tersebut tertelantarkan oleh orangtua akibat adanya adik yang baru lahir.
Minggu, 15 Mei 2011
Ditemukan Antibodi Yang Melawan Virus HIV
Virus HIV mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Ya, virus HIV adalah penyebab utama penyakit AIDS. Virus ini biasanya tersebar melalui hubungan seks, jarum suntik yang tidak steril yang dipakai secara bergantian, dan lain sebagainya. Orang yang terkena virus HIV, akan mudah terserang berbagai penyakit karena rusaknya sistem kekebalan tubuh dan tidak dapat disembuhkan karena vaksin untuk virus HIV belum ditemukan.
Kategori
Kesehatan
Rabu, 11 Mei 2011
Makna Dibalik Lambang Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
LAR utawa swiwine peksi garuda kang megar, minangka gegambaran agung lan wibawane praja sarta sang nata. Swiwi garuda megar, sanggite keagungan sarta kawibawane karaton –dalem sarta salira –dalem.Kanthi madhep, manteb, teteg, sawiji, greged, sengguh ora mingkuh anggone ngasata pusering nagari-dalem, cihnane panentrem, pangayem, pangayom.
Sayap burung Garuda yang mengepak lebar menggambarkan keagungan dan kewibawaan keraton (sebagai lembaga eksekutif, ) yang tegas, mantap, kuat, total , dinamis, optimis dan pantang menyerah, dalam membawa kemakmuran/kesejahteraan Negara-rakyat, sebuah sifat wajib seorang pemimpin, dan penentram, pelindung
Sawiji : Totalitas, Konsentrasi Tinggi, penuh penjiwaan
Greged : Dinamis, Penuh semangat tanpa kekerasan
Sengguh : Percaya diri namun rendah hati, optimis
Ora Mingkuh : Pantang mundur,
Ka. Aksara jawa Ha-Ba.
Aksara jawa mengku werdi hangadeg jejeg kanthi adeg-adeg kabudayan asli jati diri kapribaden bangsa sarta nagari pribadi. Tembung Ha-ba minangka cekakan asma-dalem Hamengku Buwana, kang werdine lenggah jumeneng-dalem kuwi pindhane priyagung kang mangku, mengku, lan mengkoni jagad saisine.
Aksara Jawa yang tertulis tegak menjadi simbol kebudayaan asli bangsa juga jati diri kepribadian bangsa dan Negara. Kata Ha – Ba merupakan singkatan dari nama Hamengku Buwono, yang bertahta dengan agung memangku, memimpin dan memelihara dunia ( Negara ) beserta isinya ( sumber daya alam dan manusia )
Da.AngkaJawa
Angka jawa, mratelakake urute lenggah jumeneng-dalem Ngarsa Dalem ingkang sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana ing kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Miturut jaman kalakone kanthi hangadeg jejeg alelambaran jati-diri.
Angka Jawa, menjelaskan urutan Sultan Hamengku Buwono yang sedang atau pernah bertahta di Yogyakarta.
Ta.Kembang Padma
Kembang padma utawa kembang Terate kang awujud wit sarta gagang lan kembange urip rumambat kemambang ana sadhuwure banyu. Lire pinter nglenggahake laras karo papan sarta wektu jumenenge .
Bungan Padma ( Teratai ) berwujud tumbuhan dengan tangkai dan bunganya, hidup merambat, mengapung di atas air. Mempunyai arti memiliki kecerdasan/kebijakan dalam memposisikan diri pada tempat dan waktu dengan benar
Sa.sulur
Sulur sanggite tetuwuhan kang uripe mrambat. Kang werdine kuncara lan adiluhunge kabudayan bangsa nusantara kang tansah lestari maju lan ngrembaka migunani tumrap bangsa lan manungsane kang arupa-rupa.
Tumbuhan Sulur yang hidup merambat, melambangkan kejayaan dan kemuliaan kebudayaan bangsa nusantara yang lestari berkembang dan bermanfaat bagi bangsa dan rakyat yang beraneka ragam
Hmm demikian hasil “penerawangan” saya. Saya sertakan editan photoshop amatir saya, karena sulit sekali mencari gambar digital Praja Cihna.
Semoga berkenan. Kalo ada kekeliruan mohon petunjuk dan koreksinya.
Catt :
Sawiji, Greged, Sengguh ora Mingkuh merupakan prinsip dasar dalam pementasan Tari Mataram di Yogyakarta
4 prinsip itu di konsepsi oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I
Sayap burung Garuda yang mengepak lebar menggambarkan keagungan dan kewibawaan keraton (sebagai lembaga eksekutif, ) yang tegas, mantap, kuat, total , dinamis, optimis dan pantang menyerah, dalam membawa kemakmuran/kesejahteraan Negara-rakyat, sebuah sifat wajib seorang pemimpin, dan penentram, pelindung
Sawiji : Totalitas, Konsentrasi Tinggi, penuh penjiwaan
Greged : Dinamis, Penuh semangat tanpa kekerasan
Sengguh : Percaya diri namun rendah hati, optimis
Ora Mingkuh : Pantang mundur,
Ka. Aksara jawa Ha-Ba.
Aksara jawa mengku werdi hangadeg jejeg kanthi adeg-adeg kabudayan asli jati diri kapribaden bangsa sarta nagari pribadi. Tembung Ha-ba minangka cekakan asma-dalem Hamengku Buwana, kang werdine lenggah jumeneng-dalem kuwi pindhane priyagung kang mangku, mengku, lan mengkoni jagad saisine.
Aksara Jawa yang tertulis tegak menjadi simbol kebudayaan asli bangsa juga jati diri kepribadian bangsa dan Negara. Kata Ha – Ba merupakan singkatan dari nama Hamengku Buwono, yang bertahta dengan agung memangku, memimpin dan memelihara dunia ( Negara ) beserta isinya ( sumber daya alam dan manusia )
Da.AngkaJawa
Angka jawa, mratelakake urute lenggah jumeneng-dalem Ngarsa Dalem ingkang sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana ing kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Miturut jaman kalakone kanthi hangadeg jejeg alelambaran jati-diri.
Angka Jawa, menjelaskan urutan Sultan Hamengku Buwono yang sedang atau pernah bertahta di Yogyakarta.
Ta.Kembang Padma
Kembang padma utawa kembang Terate kang awujud wit sarta gagang lan kembange urip rumambat kemambang ana sadhuwure banyu. Lire pinter nglenggahake laras karo papan sarta wektu jumenenge .
Bungan Padma ( Teratai ) berwujud tumbuhan dengan tangkai dan bunganya, hidup merambat, mengapung di atas air. Mempunyai arti memiliki kecerdasan/kebijakan dalam memposisikan diri pada tempat dan waktu dengan benar
Sa.sulur
Sulur sanggite tetuwuhan kang uripe mrambat. Kang werdine kuncara lan adiluhunge kabudayan bangsa nusantara kang tansah lestari maju lan ngrembaka migunani tumrap bangsa lan manungsane kang arupa-rupa.
Tumbuhan Sulur yang hidup merambat, melambangkan kejayaan dan kemuliaan kebudayaan bangsa nusantara yang lestari berkembang dan bermanfaat bagi bangsa dan rakyat yang beraneka ragam
Hmm demikian hasil “penerawangan” saya. Saya sertakan editan photoshop amatir saya, karena sulit sekali mencari gambar digital Praja Cihna.
Semoga berkenan. Kalo ada kekeliruan mohon petunjuk dan koreksinya.
Catt :
Sawiji, Greged, Sengguh ora Mingkuh merupakan prinsip dasar dalam pementasan Tari Mataram di Yogyakarta
4 prinsip itu di konsepsi oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I
Kategori
History
Jumat, 06 Mei 2011
Langganan:
Entri (Atom)




